Antioksidan, Apakah Itu? | Sumber Sumber Antioksidan

Apa itu antioksidan? Menurut katanya, antioksidan berasal dari dua kata, yaitu ’’anti” dan ”oksidan”. Anti berarti ’’berlawanan”, sedangkan oksidan berarti ”zat yang mengoksidasi”. Di dalam sel tubuh, proses oksidasi ini berlangsung selama kita bernapas, karena oksigen bersifat oksidasi. Sel tubuh yang teroksidasi akan menua atau dikenal dengan sebutan aging.

Antioksidan Menurut Schuler P.

(1990), antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Oksidasi sendiri adalah suatu reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hidrogen, atau pelepasan elektron. Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di mana saja, termasuk di alam dan dalam tubuh kita. Baca juga berbagai macam antibiotik untuk ibu hamil.

Lain, apa manfaat antioksidan bagi tubuh kita? Sebagaimana tertulis dalam sumber netsains.com, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel. Pada setiap sel terjadi reaksi metabolisme yang sangat kompleks. Di antara reaksi metabolisme tersebut pasti melibatkan oksigen. Padahal, seperti yang kita ketahui, oksigen merupakan unsur yang sangat reaktik Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan reaktif spesies oksigen, seperti HO, radikal bebas hidroksil (-OH), dan anion superoksida ( O,-).

Molekul-molekul tersebut diperlukan tubuh untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi sinyal pada sistem saraf. Namun, apabila jumlahnya berlebihan yang disebabkan pengaruh gaya hidup (merokok, stres, konsumsi obat, polusi lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu pada tubuh, radiasi, dan lain-lain) maka dapat merusak sel dengan cara memulai reaksi berantai lipid dan mengoksidasi DNA serta protein. Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker, sedangkan oksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat menghambat proses metabolisme. Di sinilah pentingnya kita mengonsumsi antioksidan.

Antioksidan merupakan zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Antioksidan ini menjaga tubuh dari berbagai penyakit dengan cara menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas. Antioksidan membantu meng- hentikan proses peru- sakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas.

Antioksidan akan mene- tralisir radikal bebas, sehingga tidak mempunyai kemampuan untuk mencuri elektron dari sel dan DNA. Meskipun proses yang terjadi sebenarnya sangat kompleks, namun bisa dilukiskan seperti itu.

Sumber-Sumber Antioksidan

Sebenarnya, zat antioksidan dapat ditemukan secara alami di makanan kita sehari-hari. Baca juga macam macam jenis obat dan penggolonganya. Sayangnya, tidak banyak orang tahu bahwa makanan tersebut mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat bagi tubuh, sehingga tidak mau memakannya karena tidak elite dan lebih memilih membeli suplemen antioksidan yang harganya cukup mahal. Apa sajakah, sumber-sumber antioksidan tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Vitamin A: wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu, dan ikan.
  2. Vitamin C; lada (merica), cabai, peterseli, jam- bu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stroberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk nipis, bayam, tomat, dan nanas.
  3. Vitamin E: asparagus, avokad, buah zaitun, bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak sayur, dan sereal.
  4. Karotin: beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna merah, tomat, dan rumput laut.
  5. Polipenol: buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima, dan minuman anggur.

Semoga bermanfaat.

Add Comment